0
Sinopsis Sebelas Patriotby Keta Keteon.Sinopsis Sebelas PatriotSinopsis Sebelas Patriot Sinopsis Sebelas Patriot, KEMATANGAN bersastra Andrea Hirata makin terasah ketika mendapat beasiswa sastra dari Iowa, AS pada 2010. Ia berguru kepada sejumlah sastrawan wahid seperti Jonathan Franzen, yang merilis novel Freedom yang diterbitkan Farrar, Straus, and Giroux pada Agustus 2010. Dari penulis novel berkebangsaan AS itulah Andrea belajar banyak tentang cara mengangkat […]

Sinopsis Sebelas Patriot

Sinopsis Sebelas Patriot, KEMATANGAN bersastra Andrea Hirata makin terasah ketika mendapat beasiswa sastra dari Iowa, AS pada 2010. Ia berguru kepada sejumlah sastrawan wahid seperti Jonathan Franzen, yang merilis novel Freedom yang diterbitkan Farrar, Straus, and Giroux pada Agustus 2010. Dari penulis novel berkebangsaan AS itulah Andrea belajar banyak tentang cara mengangkat tema kebudayaan.

Sinopsis Sebelas Patriot, Meski sebelum menghasilkan sebuah karya selalu mengadakan riset terlebih dahulu dan melakukan berbagai metodologi penulisan, Andrea mengaku tetap kesulitan menghadapi pembaca yang kurang memahami definisi novel. Mereka terus menanyakan fakta atau bukti autentik dari cerita novel itu.

Sinopsis Sebelas Patriot, Meski sejatinya, sebagaimana sifat novel, ada yang dibesar-besarkan, ada yang dikecil-kecilkan. Bahkan yang tidak ada, diada-adakan. Hal itulah yang membuat novel berbeda dari karya ilmiah, otobiografi, dokumenter, dan arsip sejarah. Jadi, jika pembaca mencari keautentikan sebuah novel, akan mengalami kesulitan. Karena, keautentikan dalam sebuah novel memang penting, tapi tidak relevan. “Kalau Anda mengejar keautentikan sebuah novel, Anda akan kehilangan madu sastra,” katanya.

Lanjutan Sinopsis Sebelas Patriot

Sinopsis Sebelas Patriot, Sebab, untuk membangun fondasi puitik sebuah karya novel, ada perlakuan tersendiri atas sebuah karya, seperti dramatisasi. Apalagi membuat novel, sebagaimana menulis cerpen dan skenario, penulis berlaku layaknya Tuhan alias playing God. Dengan demikian, pandangan atas rasionalitas pada sebuah cerita yang harus patuh pada logika sering menjebak pembaca. Hal itu terlihat ketika sesi rilis buku. Berbeda dari suasana rilis buku di Amerika yang nyaris tidak pernah membicarakan logika bercerita, di Indonesia hal itu masih kerap terjadi. “Logika penting, tapi bukan hal yang utama untuk dibicarakan dalam sastra,” katanya.

Yang utama adalah keandalan data. Atas pemahaman dan kesadaran itulah, dia mengakui bahwa karyanya selalu berangkat dari sebuah inspirasi, dengan memasukkan eksistensi sebuah karakter. Hal itulah yang dia lakukan ketika menulis cerpen Dry Season, yang kemudian disunting seorang kawannya,  seorang mahasiswa sastra di Iowa. Cerpen itu kemudian  menjadi karya fiksi terbaik dan termasuk tujuh dari banyak karya seluruh dunia yang diterbitkan majalah sastra Washington Square Review, New York University, edisi winter/spring 2011.

Dry Season berkisah tentang gambaran musim kemarau di Belitong, dengan bumbu keadaan politik saat ini. Moral cerita cerpen itu berpusat pada musim pilkada, ketika para politikus gemar membusakan omong kosongnya untuk melakukan sebuah perubahan. Pada saat bersamaan, jam dinding di alun-alun sudah lebih dari 40 tahun mati, tepat di depannya, tapi sudah lama tidak ada yang memperhatikan. Cerpen tiga halaman itu menjadi debut perdana Andrea di kancah internasional.

Lanjutan lagi sinopsis novel sebelas patriot

Sinopsis Sebelas Patriot, Dengan dimuatnya cerpen itu di majalah sastra terkemuka, dia sekaligus mengajak para penulis muda Indonesia untuk terus berkarya. Sekaligus mengajak penulis Indonesia berpolitik, dengan menulis lewat cara yang paling apik. Sebagaimana dia dulu berusaha seapik mungkin menulis kisah Bodena, meski sebenarnya penuh kepahitan di novel Laskar Pelangi.

Intinya, dia ingin menghadirkan sebuah humor dalam kesedihan, menulis amarah tanpa memaki, menyinggung tanpa menyakiti. Apalagi, menggurui dengan sok pintar, meski sejak awal dia juga mengimbau para penulis agar menegaskan latar belakang dan motivasi mereka menjalani profesinya itu. Memuaskan ego? Mendalami sastra? Terkenal? Difilmkan? Dedikasi? atau mencari materi? “Kalau saya, men-deliver something (mengirim sesuatu),” katanya.

Humor dan Air Mata

Sinopsis Sebelas Patriot, Dalam Sebelas Patriot, novel itu bernarasi tentang cinta seorang anak, pengorbanan seorang ayah, makna menjadi orang Indonesia, dan kegigihan menggapai mimpi-mimpi. Semua kisah yang disisipi cerita humor, klise, dan air mata itu berpusat pada dunia sepak bola. Teristimewa dunia sepak bola zaman ayah penulis yang bersinggungan dengan era pendudukan kolonial Belanda pada kurun tahun 40-an hingga era kemerdekaan.

Penulis merintis karier sebagai pemain sepak bola dengan harapan dapat meneruskan cita-cita ayahnya yang tidak kesampaian menjadi pemain PSSI. Apa mau dikata, nasib bapak-anak itu untuk menjadi pemain PSSI sama-sama kandasnya.

Sebelum pada bab Adriana, pada halaman 87, penulis terlempar di Universitas Sorbonne, Prancis, kemudian melancong ke Santiago Bernabeu untuk menonton pertandingan Real Madrid versus Valencia. Sebelumnya ia mencari nafkah di sekitar Stadion Camp Nou, Barcelona, demi menebus kaus bertanda tangan asli Luis Figo, sebagai buah tangan untuk ayah tercinta. Ia sangat mengagumi Real Madrid, tapi lebih mencintai PSSI yang tak pernah juara itu.

Sinopsis Sebelas Patriot

Sinopsis Sebelas Patriot, Selebihnya, membaca Sebelas Patriot yang ringan dan menghibur itu tidaklah membosankan, dan jauh dari mengecewakan. Akankah novel itu bernasib seperti keenam novel Andrea lainnya yang telah diterjemahkan ke dalam 24 bahasa asing serta diadaptasi dalam bentuk film, drama musikal, dan koreografi? Atau bernasib sebagaimana bab pertama The Rainbow Troops (edisi internasional Laskar Pelangi) yang berjudul Ten New Students  yang telah dipentaskan oleh CityDance Ensemble, Washington DC, di Amerika dan Eropa.

Selain itu, The Rainbow Troops akan kembali difilmkan di Hollywood. Yang pasti, novel kedelapan Andrea Hirata yang berjudul Two Trees dan ditulisnya dalam bahasa Inggris ketika  ia mendapat beasiswa untuk belajar sastra di University of Iowa, USA, 2010, juga siap edar dalam waktu dekat ini. Dalam edisi bahasa Indonesia, akan diberi judul Ayah. Sinopsis Sebelas Patriot

sumber Sinopsis Sebelas Patriot:suaramerdeka

Related Posts