Melatih Kemandirian Anak Sejak Dini
Memiliki anak yang mandiri adalah dambaan setiap orang tua. Bagaimana kita tidak senang, jika melihat anak kita dapat melakukan hal-hal atau aktivitas kebutuhannya sendiri? Kemandirian anak yang terbentuk sejak dini ini akan sangat mempengaruhi kepribadian anak kita kelak jika sudah dewasa.
Anak yang cenderung mendiri sejak dini kelak ketika dewasa dia akan menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri. Pribadi yang mampu menghadapi globalisasi yang semakin maju, pribadi yang mampu menciptakan kehidupan masa depannya yang lebih gemilang.
Untuk membentuk karakter atau kepribadian anak yang mandiri, maka penanaman kemandirian itu telah diterapkan dilatih sejak dini. Mengapa? Karena ketika sejak kecil mereka sudah dilatih untuk mandiri maka mereka akan terbiasa menjadi pribadi yang mandiri.
Saat ini kenyataan di lapangan banyak sekali para orang tua yang tanpa sadar telah mendidik mereka untuk menjadi pribadi yang kurang mandiri atau pribadi yang bergantung. Dengan dalih kasih sayang pada anak, orang tua masih sering memanjakan anak dengan cara selalu menuruti permintaan anak-anak mereka. Selain itu orang tua tidak membiasakan anak-anak untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya bisa dikerjakan mereka sendiri.
Para orang tua cenderung melayani kebutuhan anak-anak karena jika anak-anak melakukan sendiri maka hasilnya berantakan dan memerlukan waktu yang lama. Alasan inilah yang membuat para orang tua kurang telaten dan kurang sabar dalam memberikan kesempatan pada mereka untuk melakukan hal-hal sendiri. Pembiasaan seperti inilah yang membuat keliru pola asuh terhadap anak-anak.
Untuk menjadikan anak yang benar-benar mandiri perlu dilakukan sejak dini. Mulailah dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu, tentunya telah disesuaikan dengan usinya. Hal ini bisa dimulai dari memakai sandal, makan, mandi, memakai baju dan memilih baju. Meskipun hasil kerja mereka tidak rapi atau berantakan dan lama tetapi hal ini perlu dibiasakan sejak dini. Pekerjaan mereka perlu diberikan apresiasi, reward atau pujian.
Berikut ini akan dipaparkan bagaimana cara untuk melatih anak mandiri sejak dini:
- Biarkan mereka melakukan pekerjaan mereka sendiri sejak dini, walaupun hasilnya kurang rapi dan lama.
- Setelah mereka berhasil melakukan pekerjaan sendiri, berilah reward atau pujian. Dengan reward atau pujian ini mereka merasa lebih dihargai dan memberikan peluang untuk melakukan hal yang sama di lain waktu. Selain itu hal ini akan meningkatkan kepercayaan dirinya.
- Berilah mereka sedikit pekerjaan atau tanggung jawab diluar diri mereka yang sebelumnya telah Anda sepakati terlebih dahulu dengan mereka, misalnya: tanggung jawab dalam hal membuka gorden tiap hari. Setelah mereka tambah usinya atau semakin paham, berilah tanggung jawab yang sedikit lebih rumit tetapi masih menyangkut diri mereka sendiri, misalnya: jika mereka sudah memasuki SD mereka merapikan tempat tidur sendiri. Anda jauh lebih tahu kebiasaan mereka.
- Kita sebagai orang tua hendaknya tidak langsung memberikan mereka bantuan jika mereka mengalami kesulitan. Biarkan mereka mencoba untuk memecahkan masalah mereka sendiri, kita berperan untuk memberikan dorongan dan semangat agar mereka tidak mudah menyerah. Barulah jika mereka benar-benar telah kesulitan atau telah mencoba berkali-kali namun tidak berhasil, maka kita baru memberikan arahan (bukan dalam bentuk bantuan secara langsung). Namun jika benar-benar mentok, barulah kita beri solusinya.
- Kita sebagai orang tua hendaknya lebih telaten dan sabar dalam menerapkan pembiasaan-pembiasaan positif itu pada anak kita. Karena anak itu cenderung baik karena dibiasakan sejak dini.
- Kita selalu membiasakan hal-hal yang positif pada lingkungan keluarga dan jangan biarkan mereka untuk melihat atau mendengarkan hal-hal yang kurang baik, misalnya ucapan kurang baik atau kotor, baik pada lingkungan keluarga maupun lingkungan pergaulan mereka. Karena anak adalah makhluk yang paling pintar meniru, terutama meniru apa yang mereka lihat, mereka dengar dan hal-hal yang sering terjadi pada lingkungan keluarga atau lingkungan pergaulan mereka.
- Jangan pernah bohongi mereka walaupun hanya hal-hal kecil. Hal yang sering terjadi di lingkungan rumah kami, para orang tua suka mebohongi anak-anak agar mereka tidak rewel atau nakal atau waktu mereka masih bayi agar berhenti menangisnya. Walaupun mereka tidak tahu jika mereka dibohongi, namun secara tidak langsung kita telah mengajari mereka untuk berbohong.
- Dorong dan terus berilah motivasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif buat mereka. Karena hal ini akan menjadikan anak yang percaya diri.
- Jika anak menginginkan sesuatu seperti kartun di televisi, buku bacaan atau majalah anak, berilah kesempatan kepada mereka untuk memilih. Berikan pertanyaan atau ajak mereka diskusi tentang alasan mereka memilih hal itu. Jika memang alasannya positif tetapi kurang pas pilihannya kita perlu memberikan pujian sekaligus kita memberikan alternatif yang positif dengan berbagai alasan atau fakta pada mereka. Selanjutnya, jika apa yang dipilih oleh mereka kurang baik buat mereka, berilah alasan yang dapat mereka terima mengapa harus memilih yang lain.
- Ajak mereka untuk peka terhadap lingkungan dan membantu sesamanya, baik itu teman di sekolah maupun di rumah. Ajak mereka ke tempat panti asuhan atau ke tempat anak-anak yang mengalami cacat. Berikan penjelasan sedikit pada mereka dan biarkan mereka menyerap penjelasan itu baik-baik yang selanjutnya mereka akan bertanya pada kita.
- Ajak mereka untuk berkhayal tentang masa depan, misalnya apa yang menjadi cita-citanya kelak. Berilah mereka keyakinan jika mereka akan dapat mencapai cita-citanya. Hal ini juga dapat melatih kepercayaan diri mereka.
- Yang lebih penting, kenalkan mereka tentang Sang Maha Pencipta dan ajarkan pada mereka akan keangunga-Nya dan cara-cara untuk bersyukur pada-Nya.
Semoga kita dapat mendidik anak-anak kita menjadi anak yang mandiri yang kelak akan menjadi pribadi yang baik yang mampu menghadapi kehidupan mendatang. Semoga bermanfaat….

