0
Dampak Buruk Nonton TV Bagi Anak Kitaby Aiko Harryon.Dampak Buruk Nonton TV Bagi Anak KitaTelevisi atau TV adalah barang yang sangat mudah sekali kita jumpai di setiap rumah. Mulai dari rumah-rumah di perkotaan sampai dengan rumah-rumah di pedesaan bahkan di pelosok-pelosok. Tidak sampai di situ saja, namun TV sudah banyak juga TV yang telah kita jumpai di kamar-kamar anak-anak kita da di berbagai tempat-tempat umum. Hal ini terjadi karena […]

Anak nonton TV

Televisi atau TV adalah barang yang sangat mudah sekali kita jumpai di setiap rumah. Mulai dari rumah-rumah di perkotaan sampai dengan rumah-rumah di pedesaan bahkan di pelosok-pelosok. Tidak sampai di situ saja, namun TV sudah banyak juga TV yang telah kita jumpai di kamar-kamar anak-anak kita da di berbagai tempat-tempat umum. Hal ini terjadi karena media TV adalah media massa yang sangat murah sekaligus enak untuk dinikmati. Di sana ada berbagai program yang disajikan, mulai dari berita di tingkat daerah, di seluruh Indonesia, sampai di manca negara, berbagai hiburan anak, berbagai kuis, berbagai informasi masak-memasak, berbagai hiburan musik, berbagai sinetron orang dewasa sampai dengan gosip seputar artis ada di sana. Sehingga semua tayangan kesayangan anak-anak, remaja sampai orang tua pun dapat dinikmati di sana.

Melihat respon positif dari masyarakat ini pun membuat para pengelola satsiun TV berlomba-lomba untuk menghadirkan program-progarma yang semenarik mungkin dan adanya penambahan jam tayang. Masyarakatpun akhirnya semakin terbuai dengan tayangan-tayangan atau program-program yang ada. Semua orang pun sekarang semakin menyayangi TV baik orang tua maupun anak-anak.

Tetapi kenyataan yang terjadi di masyarakat justru sebaliknya, karena kegemaran para orang tua terhadap TV ini pun orang tua sepakat-sepakat saja terhadap kegemaran anak-anak menonton TV. Bahkan tidak sedikit orang tua yang justru mengajari anak-anaknya untuk gemar nonton TV. Sejak masih bayi anak-anak sudah dikenalkan dan dibiasakan untuk nonton TV. Sungguh miris…

Perlu dipahami bahwa tidak setiap program atau tayangan di TV baik untuk kita mapupun anak kita. Bahkan sebagian besar sangat berdampak buruk bagi anak kita, walaupun ada segi positif yang diperoleh dari sana, namun hanya sedikit sekali dan tidak sebanding dengan dampak negatif yang mereka dapatkan. Perlu kita waspadai jika kita melihat anak kita gemar nonton TV.

Adapun dampak-dampak buruk nonton TV bagi anak kita diantaranya:

1. Berpengaruh terhadap perkembangan otak

Terhadap perkembangan otak anak usia 0-3 tahun dapat menimbulkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman.

2. Mengurangi kreativitas

Dengan kebiasaan nonton TV ini anak-anak terbiasa menikmati program kesayangan mereka, yang mengakibatkan kurang melakukan aktivitas-aktivitas yang lain. Aktivitas mereka cenderung monoton nonton TV saja. Hal ini yang mengakibatkan kreativitas mereka berkurang. Daya imjinasi dan nalar mereka akan terbatasi.

3. Mengurangi konsentrasi

Program-program bagi anak yang ada semuanya telah terjeda-jeda dengan iklan inilah yang engakibatkan kosentrasi anak berkurang. Mereka cenderung konsentrasi sekitar 10 menit karena terbiasa dengan menonton program yang berjeda dari iklan-iklan tersebut.

4. Mengurangi motivasi belajar

Anak-anak yang keasyikan nonton TV cenderung meremehkan dan kurang semangat untuk belajar. Karena mereka terlanjur suka dengan program kesayangan mereka, sehingga enggan untuk meninggalkannya walaupun esok harinya mereka harus menghadapi tes atau ulangan. Bhkan sebagian anak sering bergadang untuk menonton program kesayangan mereka.

5. Berpengaruh terhadap sikap

Program-program yang ditayangkan ini menampilkan tokoh-tokoh yang protagonis dan antagonis. Tetapi seringnya yang diserap oleh anak-anak dan ditiru oleh mereka adalah tokoh-tokoh protagonisnya. Selanjutnya mereka menerapkannya di lingkungan keluarga atau pergaulan mereka. Dan hal ini jika dilanjutkan terus akan terbawa sampai mereka dewasa.

6. Mendorong anak menjadi konsumtif

Dengan berbagai iklan yang disuguhkan di layar TV ini mengakibatkan anak-anak berperilaku komsumtif. Karena iklan-iklan yang tersaji sangat meyakinkan dan menggiurkan.  Ini sangatlah kurang baik bagi anak-anak, karena hal ini akan terbawa sampai mereka dewasa yang mengakibatkan mereka kurang berpeluang untuk menjadi produsen alias wirausaha. Bahkan sangat berpengaruh bagi masyrakat Indonesia seluruhnya yang cenderung utnuk komsumtif.

7. Melatih untuk malas dan enggan

Dengan produk-produk iklan yang serba instan dan banyaknya waktu mereka yng dihabiskan di depan TV ini membuat mereka untuk menjadi manusia yang praktis. Praktis untuk melakukan segala sesuatu dengan instan sehingga mereka cenderung malas dan enggan untuk melakukan aktivitas.

8. Membentuk pola pikir yang praktis

Terlalu sering menonton TV dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan memiliki pola pikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan pada akhirnya akan mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, kreativitas dan perkembangan kognitifnya.

9. Matang secara seksual yang lebih cepat

Banyak sekali sekarang tontonan dengan adegan seksual ditayangkan pada waktu anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yang tidak pantas baginya. Bahkan tidak sedikit pula adegan seksual atau semi porno yang ditayangkan di program atau acara hiburan anak-anak. Dengan gizi yang bagus dan rangsangan TV yang tidak pantas untuk usia anak, anak menjadi balig atau matang secara seksual lebih cepat dari seharusnya. Dan sayangnya, dengan rasa ingin tahu anak yang tinggi, mereka memiliki kecenderungan meniru dan mencoba melakukan apa yang mereka lihat. Akibatnya seperti yang sering kita lihat sekarang ini, anak menjadi pelaku dan sekaligus korban perilaku-perilaku seksual. Persaingan bisnis yang semakin ketat antar Media, sehingga mereka sering mengabaikan tanggung jawab sosial, moral & etika.

10. Tidak baik buat kesehatan

Terlalu banyak nonton Tv ini membuat anak utnuk enggan berolahraga, karena waktu senggang yang seharusnya bisa digunakan untuk olahraga diisi dengan menonton TV. Kebiasaan mereka duduk ataupun berbaring teralu lama yang tidak diimbangi dengan olahraga ini juga akan menurunkan metabolisme yang berakibat pada kesehatan tubh. Selain itu kebiasaan menonton TV dengan jarak yang terlalu dekat ini pu juga akan merusak mata.

Dengan berbagai dampak buruk bagi anak kita tersebut seharusnya membuat kita semakin waspada dan berhati-hati terhadap TV.

Related Posts